Halaman

Malu Jadi Marketing

Anak : "Ayah minta duit seribu dong"
Ayah : "Duit lagi...emang buat apa sih???"
Anak : "Biasa yah jajan (sambil tersenyum)"
Ayah : "Ga ada duit, jajan mulu mendingan kamu banyak belajar dari pada banyak jajan"
Anak : "Tapi jajan kan juga belajar yah...(sambil ngeles)"
Ayah : "Belajar apa!!! Belajar ngabisin duit ya....pokoknya ga ada duit (sambil cuek)"
(Sang anak mulai berfikir untuk meluluhkan hatinya)
Anak : "Yah..ayah capek ya..."
Ayah : "Pokoknya ga ada duit...(sambil cuek)"
Anak : "Aku kan ga minta duit yah...cuma mau nawarin mijet ayah"
Ayah : "Bener nih ga minta duit...ya udah injak dulu punggung ayah"
(sang anak lalu bergegas, setelah sekian lama)
Anak : "Yah habis pijet kita jalan2 ke depan yok yah"
Ayah : "Ngapain...?
Anak : " Ya...jalan2 aja yah, ntar kita duduk2 ditaman sambil makan es krim (sambil tersipu)"
Ayah : " Ya udah kamu pijet dulu ayah"
Anak : " Ok yah :) "

(Akhirnya sang anak mendapatkan apa yang dia inginkan)


Mungkin dari cerita diatas pernah kita alami waktu semasa kita kecil atau ketika anak kita yang meminta sesuatu terhadap kita. Nah dari cerita tersebut sang anak sudah mempunyai jiwa marketing, jadi pada dasarnya setiap kita ini memiliki jiwa marketing. Ketika berbicara soal marketing atau sales banyak orang selalu berpikiran yaitu orang yang berprofesi marketing itu sendiri, apalagi kalau istilah SALES orang akan mempunyai gambaran yaitu orang yang berprofesi menawarkan barang door to door. Hal ini lah yang banyak jadi salah presepsi bahwa ilmu saled/marketing hanya untuk mereka yang berprofesi dibidang itu. Padahal klo lihat cerita diatas sang anak sudah melakukan proses marketing itu sendiri, nah apakah sang anak berprofesi sebagai MARKETING????


Didalam dunia bisnis marketing adalah unjung tombak, namun sebenarnya marketing bukan hanya saja diperlukan dalam dunia bisnis saja, tapi setiap kita juga harus mempunyai jiwa marketing. Why...?
Karna sehebat apapun kita punya skill klo kita tidak bisa menjual apa yang kita miliki maka keahlian kita tersebut juga akan sia-sia. Jadi kita harus mulai merobah paradigma yang ada dalam pikiran kita ketika kita mendengar kata MARKETING.


Apalagi sekarang begitu banyak motivator2 hebat yang memberikan seminar soal marketing dan buku2 yang dijual di toko buku juga banyak yang membahas soal marketing, tapi banyak juga diantara kita yang enggan untuk mempelajarinya, hal ini disebabkan salah paradigma tadi.
Kecendrungan dari kita adalah kurangnya mau meng-upgrade diri kita sendiri yaitu tidak mau lebih meningkatan kualitas kita. Jadi jangan heran kalau kita selalu berada di posisi yang bawah karna yang membuat hal tersebut tak lain dan tak bukan diri kita sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.